Jokowi Minta Eropa Stop Kampanye Hitam Sawit

Jokowi Minta Eropa Stop Kampanye Hitam Sawit

56
0

HAMBURG- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkhawatirkan kampanye hitam dan diskriminasi terhadap kelapa sawit Indonesia akan merugikan ekspor sawit Tanah Air.

Pernyataan itu ditegaskan Jokowi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Hotel Steigenberger, Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7) waktu setempat.”Ada satu hal yang ingin saya mintakan perhatian, yaitu terkait ekspor kelapa sawit Indonesia,” kata Jokowi, seperti disampaikan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta.

Jokowi menggarisbawahi bahwa kelapa sawit Indonesia terus mengalami kampanye negatif di Eropa. “Baru-baru ini, Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi mengenai sawit dan deforestasi. Penjelasan Indonesia sebelum resolusi sama sekali tidak diperhatikan,” kata Presiden.

Dia mengakui bahwa resolusi tersebut sifatnya tidak mengikat bagi eksekutif, namun Presiden merasa khawatir kampanye hitam dan diskriminasi tersebut akan merugikan ekspor sawit Indonesia.”Saya meminta kiranya Belanda dapat memberlakukan secara fair ekspor sawit Indonesia ke Eropa,” tegas Jokowi.

Selain itu, Presiden  mengharapkan Belanda dapat mendukung upaya Indonesia agar model kerja sama standarisasi kayu dan produk kayu melalui Forest, Law, Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) dapat juga dibuat untuk sawit.(sand)