Kebiasaan Lucu, Gelar Razia setelah Kecelakaan Terjadi

Kebiasaan Lucu, Gelar Razia setelah Kecelakaan Terjadi

95
0

BOGOR – Pemerintah, termasuk Dinas Perhubungan dan Kepolisian, punya kebiasaan yang dinilai masyarakat sangat lucu. Sibuk melakukan sidak dan razia segera setelah sebuah kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa terjadi. Bukan melalukan langkah antisipasi yang komprehensif, misalnya memperketat uji kir sehingga angkutan umum yang beroperasi adalah benar-benar yang laik jalan.

Menyusul kecelakaan bus di jalur Puncak akhir pekan lalu, aparat Polres Bogor hari ini (24/4) melakukan razia di jalur Puncak. Hal itu dilakukan setelah kecelakaan tabrakan beruntun yang menewaskan empat orang dan enam orang terluka. Dalam razia tersebut, petugas mendapati sejumlah bus yang tidak layak jalan dan tak dilengkapi SIM maupun STNK. Polisi memberlakukan penilangan dan beberapa bus diminta untuk berputar balik.

Kasat Lantas Polres Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama mengatakan, pihaknya “Pasca kejadian d Megamendung pekan lalu, kami lebih mengawasi bus-bus pariwisata yang melintas dengan melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan dan surat izin mengemudi (SIM).,” kata Kasatlantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama. Razia ini dilakukan bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor.

Andi, warga Megamendung, menyesalkan masih seringnya terjadi kecelakaan di jalur Puncak. Selain di Puncak, kecelakaan juga seperti menjadi hal yang biasa di daerah-daerah lain di Indonesia. Ini akibat minimnya kesadaran pengendara, rendahnya penegakan hukum, dan kurang berfungsinya sistem prevensi dengan mengandang bus-bus yang tidak layak jalan.
“Jadi kalau sudah kejadian baru razia, sama saja. Lucu kesannya. Harusnya pada saat uji kir dilihat kelayakan dari sebuah moda transportasi umum, kalau gak layak ya jangan boleh jalan. Yang lain, setiap libur panjang, pengamanan oleh aparat kepolisian dan Dishub juga harus lebih ketat,” kata pekerja media ini.

Di Indonesia, jalan raya adalah sumber malapetaka nomor satu, Sekitar seribu orang meninggal di jalan raya setiap tahunnya dan puluhan ribu lainnya luka-luka. Namun, tidak ada langkah konkret dari pemerintah dan menganggap kecelakaan lalu lintas tak lebih sebagai musibah biasa saja.(RIN)