Beranda Bisnis Malaysia respon kampanye diskriminatif sawit UE

    Malaysia respon kampanye diskriminatif sawit UE

    6
    0

    MALAYSIA-Pemerintah Malaysia, menyiapkan respons keras atas perilaku diskriminatif Uni Eropa terhadap industri minyak sawit.

    Keputusan itu mengikuti jejak pemerintah Indonesia. Akhir tahun Presiden Joko Widodo juga meminta Uni Eropa menghentikan diskriminasi terhadap kelapa sawit.

    Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Datuk Seri Mah Siew Keong mengatakan reaksi balasan akan dilakukan jika isu mengenai minyak sawit sudah masuk ke ranah legislatif dan menjadi regulasi.

    “Jika kampanye kebencian dan kebijakan diskriminatif terhadap minyak sawit terus berlanjut, kami juga bisa membalas. Ingat, Malaysia, Indonesia, dan Thailand secara kolektif merupakan pembeli besar produk Uni Eropa,” kata Mah, seperti dikutip New Straits Times.

    Pada 4 April 2017, Parlemen Uni Eropa membuat sebuah resolusi untuk memperkenalkan skema sertifikasi minyak sawit yang boleh masuk ke kawasan itu. Uni Eropa akan menghapus penggunaan biodiesel berbasis minyak sawit pada akhir 2020. Pernyataan tersebut didukung Komite Industri, Riset, dan Energi Uni Eropa serta Komite Lingkungan Parlemen pada Oktober dan November 2017.

    Melihat tindakan tersebut, Mah menilai politik perdagangan Uni Eropa mirip dengan politik apartheid di Afrika Selatan yang sarat muatan rasisme. Mah menyebutkan Parlemen Uni Eropa telah membangun hambatan perdagangan dan berisiko melanggar komitmen yangdisepakati sebagai anggota Organisasi Perdaganjgan Dunia (WTO).

    Kebijakan diskriminatif ini pun, menurut Mah, bakal mengancam kelanjutan perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas Malaysia-Uni Eropa.”Kami berharap Uni Eropa menghentikan diskriminasi terhadap industri kelapa sawit global,” ujarnya.(ione)