Pakar UGM Ubah Tandan Sawit Kosong Jadi BBM Alternatif

Pakar UGM Ubah Tandan Sawit Kosong Jadi BBM Alternatif

3329
0

tandan kosong

Pakar teknik kimia Universitas Gajah Mada (UGM) berhasil mengembangkan limbah biomassa menjadi Bahan Bakat Minyak (BBM) alternatif. BBM yang berasal darai ampas tandan kosong kelapa sawit dan tebu itu disulap menjadi bahan alternatif pengganti energi fosil. Pakar teknik kimia itu adalah Prof Ir Arief Budiman, MS, D.Eng. Dosen jurusan Teknik Kimia, Fakultak Teknik itu berhasil membangun laboratorium di pinggiran bantaran sungai Code sebelah barat kampus FT UGM.

Bangunan berdinding batako berukuran 7 x 6 meter tanpa cat dengan bentuk menyerupai cerobong asap itu menjadi tempat bekerja dan temoat penelitiannya. Menurut Arief, bangunan itu sengaja di bangun di pinggir sungai agar tidak mengganggu kegiatan aktivitas perkuliahan.

Sudah hampir dua tahun ini Arief menekuni penelitian mengkonversi biomassa menjadi bahan bakar minyak dengan Integrated Authothermal Technology. Di tempat sederhana itu, Arief aktif menguji ampas tandan kosong kelapa sawit dan ampas tebu untuk dijadikan bahan bakar minyak sebagai bahan bakar alternatif pengganti energi fosil. Dari dua ampas itu sudah bisa dihasilkan gasoline dan kerosene. Sumber bahan bakar dari premium, minyak tanah dan avtur.

Sebelumnya pria kelahiran Pati Jawa Tengah itu mencoba menggunakan bahan biomassa dari sumber yang lain. Namun akhirnya memilih tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan baku. Sebab Indonesia merupakan produsen kelapa sawit nomor dua di dunia. Namun pada proses pengambilan minyak CPO dari kelapa sawit dihasilkan limbah padat, sekitar 30-40 persen berupa tandan kosong, cangkang, pelepah dan batang sawit.

Laki-laki yang lahir tahun 1960 itu, mencontohkan produksi sawit di Riau saja sekitar 6 juta ton per tahun. Limbah yang dihasilkan berkisar 1,8-2,4 juta ton. Limbah tersebut bisa dimanfaatkan untuk engine fuel karena limbah biomassa ini mengadung senyawa sellulosa, hemiselulosa dan lignin.

Lewat Integrated Authothermal Technology, Arief bersama peneliti lainnya mengembangkan teknologi autothermal yang merupakan kombinasi pirolisis cepat dan lambat serta tidak perlu menggunakan sumber panas dari luar. Alat yang berupa reaktor pirolisis, cyclone itu bisa memisahkan hasil gas dan padat, dan condenser untuk mengembunkan gas hasil.