Perpisahan Obama : Jangan Hanya Berani di Internet

Perpisahan Obama : Jangan Hanya Berani di Internet

16
0

Pidato perpisahan Obama menyita perhatian dunia. Saat berbicara tentang demokrasi, keterlibatan rakyat dan pemimpin, maka Obama menyebut, itu adalah fakta yang tidak harus hanya dilakukan di internet. Beranilah menyampaikan pendapat dalam kehidupan nyata.

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama meminta agar warganya tidak menyalahkan pemimpin tanpa melihat ke dalam diri sendiri. Sebab, warga sedikit banyak memiliki andil dalam terpilihnya sang pemimpin lewat proses demokrasi yakni pemilihan umum. Semua tergantung warga sebagai penjaga dan pengawal demokrasi di AS.

Pria berusia 55 tahun itu menuturkan, demokrasi membutuhkan setiap warga. Demokrasi membutuhkan partisipasi warga. Tidak hanya ketika pemilihan umum (pemilu), tetapi juga keinginan untuk berani menyampaikan pendapat di kehidupan nyata. Tidak hanya di internet.

“Jangan hanya berani berbicara di intenet, tetapi juga di kehidupan nyata dengan seorang lawan bicara. Semua tergantung kita sebagai penjaga demokrasi. Karena itu, kita harus menikmati tugas yang diberikan itu,” kata Obama dalam pidato perpisahannya di Chicago, Illinois, Kamis (11/1).

Proses berdemokrasi tentu dapat menimbulkan kekecewaan. Namun setiap stakeholder demokrasi harus membuat pemilih lebih mudah untuk memilih, bukan mempersulit, agar partisipasi terus meningkat. Itu satu-satunya jalan yang akan membawa perubahan sesuai warisan konstitusi. AS juga harus memerangi politik uang dengan transparansi dan etika pejabat publik demi meningkatkan kepercayaan terhadap suatu institusi.

“Jika ada yang perlu diperbaiki, persiapkan diri Anda dan bekerja-lah. Jika Anda tidak puas dengan pejabat yang dipilih, coba-lah terjun sendiri untuk menjadi seorang pejabat yang memuaskan. Tapi ingat, terkadang Anda menang, terkadang Anda kalah,” kata Obama. jss