Seks Gendruwo (7) Hii Ngeri, Lihat Birahi Makhluk Halus

    Seks Gendruwo (7) Hii Ngeri, Lihat Birahi Makhluk Halus

    11066
    0
    kebudayaan.kemendikbud.go.id

    Kamar dimana Gimo dan Wakijem tidur gelap gulita. Lampu tempel di ruang depan hanya mampu menerangi sebagian kecil dari rumah gedek yang cukup luas ini. Hanya, bias lampu itu sedikit memberi penerangan dalam kamar. Dua sosok yang tertidur lelap kelihatan remang-remang. Mereka pulas dengan bunyi dengkur yang keras.

    Pasangan Gimo dan Wakijem kelihatan damai dalam mimpi. Mereka tak tahu apa yang terjadi. Padahal di kamar pasangan ini, malam itu muncul sesosok manusia tinggi besar. Jalannya pelan tak bersuara. Dan tubuhnya yang ekstra tinggi itu nampak lentur. Mampu menyesuaikan diri dalam ruang dan waktu yang berbeda.

    Kemunculan makhluk yang menakutkan itu diketahui Wakijah, ibu Wakijem, yang tidur di kamar lain yang berhadapan dengan kamar anaknya itu. Wanita tua ini semula menggigil ketakutan. Sebab manusia tinggi besar itu tubuhnya hitam legam. Rambutnya terurai panjang. Dan sorot matanya seperti lampu senter, yang memandang nanar pada dua sejoli yang tertidur lelap di kamar.

    Namun karena wanita tua ini ingat akan penuturan Wakijem soal Gimo yang balik dari kebun dan meminta berhubungan intim dengannya, maka Wakijah pun akhirnya bisa sedikit menenangkan diri. Wanita ini paham. Itulah sebenarnya makhluk halus yang sering diberi sesajen anaknya.

    Malah dalam hati kecil wanita ini banyak berharap-harap, mudah-mudahan Gimo yang asli, yang kini sedang lelap tidur disamping Wakijem tak terbangun. Sebab jika itu terjadi, maka wanita tua ini yakin, kegaduhan akan terjadi. Dan keyakinannya, bahwa makhluk halus itu akan memberi keluarganya keturunan serta selalu mendapat kebahagiaan bakal tak terwujut.

    Untuk itu, kendati bayangan yang mirip gorilla itu terus mengawasi pasangan itu dengan mata tak berkedip, Wakijah mendiamkan saja. Ia bisa merasakan nafas memburu dari makhluk itu. Ia juga paham, makhluk halus itu sedang terpana asmara dengan putrinya, dan sangat bernafsu untuk menggauli Wakijem sepenuh jiwa. (bersambung)