Wapres Klarifikasi Pernyataan di Ambon

    Wapres Klarifikasi Pernyataan di Ambon

    30
    0

    JAKARTA-Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) tidak menganggap serius serangan di media sosial yang belakangan dialamatkan kepada dirinya. Salah satunya terkait ucapannya di Ambon beberapa waktu lalu yang menyebutkan keturunan Tionghoa menguasai bisnis dibandingkan umat Islam.

    “Pertama saya tidak baca (serangan di media sosial), saya tidak pernah baca. Jadi, saya tidak pernah merasa diserang,” kata JK, Senin (15/5).

    Khusus mengenai tudingan rasis karena ucapannya di Ambon, JK menjelasakan faktanya bahwa dia sangat dekat dengan pengusaha keturunan Tionghoa di Makassar. Bahkan, sahabat dekatnya, Sofjan Wanandi juga merupakan keturunan Tionghoa.

    “Lihat saja apa yang terjadi sebelumnya. Itu isu selalu saja. Itu isu yang suka terjadi. Tidak tahu juga kenapa, saya tidak peduli juga karena kalau di Makassar itu semua Tiongkok itu teman saya. Orang yang paling dekat dengan saya orang keturunan. Sofjan (Wanandi) pagi-sore, siang-malam sama-sama saya,” jelasnya.

    Sebelumnya, saat menutup Tanwir Muhammadiyah di Ambon, pada 24 Februari 2017, JK memang mengingatkan bahwa kesenjangan ekonomi di Indonesia sudah cukup membahayakan karena adanya perbedaan agama antara yang kaya dan miskin.

    Kemudian, JK menyebutkan bahwa sebagian besar orang yang kaya adalah warga keturunan yang beragama Konghuchu maupun Kristen. Sedangkan, orang yang miskin sebagian besar penganut Islam dan ada juga yang Kristen. Untuk itu, ia memotivasi agar persoalan kesenjangan teratasi.

    “Ketidakadilan juga disebabkan karena kesenjangan. Banyak hal yang telah dilakukan, seperti memberikan kesehatan, klinik murah, dan lain-lain. Tapi itu tidak cukup untuk menutupi ketidakadilan. Harus ada langkah bersama dalam penegakan keadilan,” kata JK.

    Sebagaimana diketahui, JK memang kerap mengatakan bahwa dari 10 pengusaha hanya satu yang muslim. Hal itu dikatakannya untuk meningkatkan keadilan. Dalam artian, memotivasi umat Islam untuk menjadi pengusaha.(sand)